Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 3 Menyanyi dengan Satu Suara dan Bab 4 Memainkan Alat Musik Sederhana

Bab 3 Menyanyi dengan Satu Suara

Warisan budaya Indonesia beraneka ragam. Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan dan warisan budaya Indonesia. Warisan budaya Indonesia dikelompokkan menjadi warisan alam, cagar alam atau situs, dan karya tidak benda. 

Warisan budaya yang telah diakui dunia (UNESCO) yaitu Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Leuser di Aceh, Candi Borobudur dan Prambanan, Situs manusia purba di Sangiran, wayang kulit, keris, batik, angklung, subak di Bali, noken dari Papua, dan tari Saman dari Aceh.

Bernyanyi adalah bermusik dengan menggunakan organ suara manusia. Organ suara dalam menjadi alat musiknya. Oleh karena itu, aspek kesehatan sangat memengaruhi mutu suara dalam bernyanyi.

Praktik bernyanyi satu suara dikenal dengan sebutan unisono. Agar mutu suara baik dan dapat dinikmati dalam bernyanyi, sebaiknya organ suara perlu dipelihara. Selain itu, teknik bernyanyi harus diterapkan dengan baik.

Jika kita demam, batuk, pilek atau menderita gangguan saluran pernapasan, kita tidak dapat bernyanyi dengan baik, bahkan sering kita tidak dapat berbicara. Oleh karena itu, hindari pola hidup kurang sehat. Hindari rokok dan narkoba karena dapat merusak tubuh dan organ suara manusia.

Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara seperti menyanyikan melodi suatu lagu. Partitur lagu bernyanyi unisono hanya melodi pokoknya saja. 

Menyanyi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Menyanyi unisono disebut juga menyanyi perseorangan. Menyanyi unisono tidak dapat dilakukan seorang diri, tetapi dilakukan oleh sekumpulan orang dengan satu suara. Saat menyanyi unisono dibutuhkan kerja sama dan saling peduli sehingga suara yang ditimbulkan menjadi harmoni.

Istilah dalam teknik Vokal :

  1. Artikulasi adalah cara peng ucapan kata demi kata yang baik dan jelas
  2. Frasering adalah aturan pemenggal an kalimat yang baik dan benar sehingga mudah di mengerti dan sesuai dengan kaidahkaidah yang berlaku
  3. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat

Teknik Pernapasan ada 3 :

  1. Pernapasan Dada dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas, pernapasan sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal, bagian tubuh yang mengembang adalah dada, dipakai untuk menghasilkan nada rendah, Kelemahannya penyanyi mudah kehabisan napas sehingga kurang baik dipakai ketika bernyanyi
  2. Pernapasan Perut dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk, kurang efektif untuk vokal karena udara dengan cepat dapat keluar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih, bagian tubuh yang mengembang adalah perut, dapat menghasilkan suara sangat keras
  3. Pernapasan Diafragma, Saat diafragma menegang atau lurus rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume bertambah, mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru dan napas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri.
Pernapasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil napas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan teratur, udara ditarik sedalam mungkin dan disimpan dalam diafragma. Udara dikeluarkan secara perlahan sewaktu bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara murni dengan napas yang panjang.

Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi, yaitu dengan melakukan eksplorasi lagu model (lagu yang sudah dikenal dan digunakan untuk mengenal konsep elemen musik). Lagu model tersebut dinyanyikan dengan cara nada dasar secara berturut-turut naik dan turun.


Bab 4 Memainkan Alat Musik Sederhana

Alat musik dalam permainan musik ansambel ada 3 yaitu : Ritmis, Melodis, dan Harmonis. Alat musik ritmis berfungsi memberikan irama. Contohnya triangle, gendang, dan ketipung. Bedug dan rebana juga merupakan alat musik ritmis : 

Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 4
Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 4

Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi membawakan melodi suatu lagu. Alat musik ini memiliki nada – nada sehingga dapat mengeluarkan rangkaian nada. Contohnya rebab, mandolin, saluang dan saron.  

Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus. 

Musik Indonesia bermacam-macam, ada musik tradisional, musik modern, dangdut, dan keroncong. Masing-masing daerah memiliki alat musik dengan karakteristik tersendiri. Beberapa alat musik di Indonesia yaitu angklung, seruling bambu, sasando, calung, kolintang, dan sebagainya.

Angklung adalah alat musik dari Jawa Barat dan Banten. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Awalnya angklung digunakan untuk bunyi-bunyian berkaitan tentang panen padi. Pak Daeng Soetisna (guru asal Kuningan, Jawa Barat) sejak tahun 1938 mengembangkan angklung sebagai musik di sekolah dengan membuat laras diatonik.

Laras diatonik seperti nada pada alat musik modern piano, gitar, dan sebagainya. Berkat jasa Pak Daeng, angklung dibedakan menjadi angklung pembawa melodi dan angklung pengiring. Angklung melodi terdiri dari 2 tabung bambu, angklung pengiring terdiri dari 3 atau 4 tabung bambu.

Angklung yang terdiri dari tiga tabung bambu adalah bentuk trinada misalnya C minor, G, dan D dim, sedangkan yang empat untuk catur nada misalkan G7 dan C7. Berikut contoh angklung : 

Di Sulawesi Selatan yaitu di Toraja dan di Sulawesi Utara seruling bambu telah dipakai sebagai musik ansambel, demikian juga di Nusa Tenggara Timur. Alat musik seruling dibedakan menjadi seruling pembawa melodi dan seruling pengiring.

Seruling pengiring berfungsi sebagai akor dan bas. Akor bunyi nada seruling terdiri dari tiga seruling, misalkan untuk akor C mayor berarti seruling satu bunyi nadanya c, seruling dua bunyi nadanya e, dan seruling tiga bunyi nadanya g.

Alat musik sasando berasal dari Kabupaten Rotedau, Nusa Tenggara Timur, yang sulit dijumpai. Pakaian tenun Rote dan Tiilangga topi khas Rote masih bisa dijumpai. Musik sasando sekarang sudah dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk mengiringi orang bernyanyi. Pak Jer. A. P (asal Kupang, Liliba jalan ke Timor Leste) memodifikasi sasando sehingga menjadi sasando elektrik.

Tanpa daun lontar suara alat musik ini  sudah jelas terdengar. Alat musik sasando mempunyai wilayah nada dari nada G besar sampai dengan nada e3. Selain itu, dapat digunakan dalam 2 nada dasar mayor yaitu nada dasar C dan nada dasar G. Sasando termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik dengan sumber bunyi senar. 

Cara memainkan musik sasando dipetik, tangan kiri memainkan akor tangan kanan memainkan melodi. Urutan nada untuk tangan kiri dalam nada dasar C = do adalah do, so, so, fa, fi, la, ti, do, re, mi, fa, fi. Untuk melodinya dimainkan oleh tangan kanan, nadanya so, la, ti, do, re, mi, fa, so, la, mi, re, do, ti, la, so, fa, mi.

Calung : sering disamakan dengan angklung, karena bentuknya hampir sama. Meskipun hampir sama, cara membunyikan alat musik tersebut sangat berbeda. Angklung harus digoyangkan agar keluar bunyinya, calung harus dengan cara memukul batang-batang bambu. Berikut contoh calung : 

Kolintang adalah alat musik asli daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Nama kolintang menurut masyarakat Minahasa berasal dari suaranya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi), dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah setempat berarti, ajakan ”Mari kita lakukan Tong Ting Tang” atau Mangemo kumolintang. Akhirnya diubah menjadi kata kolintang agar mudah dilafalkan.

Berikut contoh kolintang : 

Alat musik Rekorder bukan asli Indonesia, suara yang dihasilkan kurang bagus, terlebih jika ditiup dengan keras dan tidak beraturan. Suaranya memekakkan telinga, tetapi praktis dan mempunyai nada standar, sehingga sering digunakan di sekolah untuk praktik musik ansambel. Agar bunyinya terdengar bulat, maka waktu meniup bersamaan seperti menyebut thu/tu dan tho/to. 

Teknik Bermain Rekorder : Nada b, a, dan g adalah nada-nada pertama yang akan dipelajari. Nada-nada itu dimainkan berurutan. Ibu jari kiri menutup lubang belakang (0). Jari 1, 2, dan 3 menutup dan membuka tiga lubang nada pertama sebelah atas. Ibu jari kanan menopang rekorder. 

Jari-jari tangan kanan yang belum digunakan berada kirakira setengan inci di atas lubang nada bawah. b = ibu jari + jari 1 a = ibu jari + jari 1, 2 g = ibu jari + jari 1, 2, 3 Rasakan jari-jari menutup lubang nada. Bersikaplah dengan santai, jangan tegang.

Berikut gambar teknik bermain rekorder : 

Setiap alat musik instrumen memiliki ciri dan karakter tersendiri dalam memainkan. Ada yang ditiup, dipetik, dipukul. Memainkan sasando dengan dipetik, angklung dengan menguncang-guncang sehingga bagian angklung akan saling berhentakan dan menimbulkan bunyi. 

Teknik memainkan alat musik tiup berhubungan dengan pernapasan. Rekorder alat musik tiup tentu memerlukan pernapasan yang baik dan keterampilan dalam penjarian. 

Membaca notasi merupakan kemampuan yang perlu terus dikembangkan. Kemampuan membaca notasi dianggap penting karena permainan musik tradisi saat ini sudah banyak yang ditulis menggunakan notasi.


Daftar Pustaka
Purnomo, E., Deden, H., Buyung, R. & Julius, J. 2017. Seni Budaya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
https://wirahadie.com/materi-seni-budaya-kelas-7-bab-3/amp/
https://wirahadie.com/materi-seni-budaya-kelas-7-bab-4/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi Seni Budaya Kelas 9 Bab 1 Seni Lukis

MENGENAL MICROSOFT EXCEL, FUNGSI DAN RUMUS YANG SERING DIGUNAKAN